Korupsi Di Indonesia Tidak Ada Habisnya, Apa yang Salah?
Bogor - Banyaknya pejabat publik yang terseret kedalam penjara akibat tindak pidana korupsi diprediksi akan terus bertambah subur di Indonesia. Apa sebenarnya yang salah, sehingga kasus korupsi di Indonesia tidak ada matinya?
Pakar hukum Margarito mengatakan, "Indonesia tidak akan terbebas dari kejahatan korupsi, apabila penegak hukumnya masih tebang pilih dalam implementasinya."
"Tidak akn habi-habisnya, mau dimiskinkan, mau dihukum mati, hukuman seberat-beratnya, ini tidak akan berhasil tetap saja tidak akan berubah, karena itu (penegak hukum) masih tebang pilih dalam pemberantasannya," sambungnya kepada okezone
Margianto mengambil contoh terkait penindakan dalam tambang di kawasan Indonesia. Tercatat sedikitnya ada 3.966 jumlah Surat Izin bermasalah, namun hanya satu orang saja yang menjadi tersangka dari kasus tersebut.
"Kasus tambang 3.966 jumlah izin yang bermasalah yang jadi tersangka cuma satu orang, sisanya mana? ada banyak lagi," ungkapnya.
Penegakan pemberantasan kasus korupsi yang terkesan tajam ke bawah serta tumpul ke atas dapat diketemukan dalam kasus Reklamasi di teluk Jakarta dan kasus Rumah Sakit Sumber Waras. Namun hingga saat ini belum ada penuntasaan perkara tersebut.
"sebagai contoh, di Jakarta sedang ramai kasus sumber waras, jelas sudah ada kerugian tapi tidak ada ujungnya, perkar ini mendem. Belum lagi Reklamasi bermasalah juga, sipa tersangkanya, tebang pilih kan?," tutupnya.
Berita yang terbit 2016 ini penulis angkat kembali karena sangat menarik khususnya penomena korupsi di Indonesia. Tidak salah memang banyak yang beranggapan mengapa kasus korupsi di Negri kita seakan tidak ada matinya? padahal bersamaan dengan itu hukum yang tegas sudah diberlakukan sebagai langkah korektif dari tindakan korupsi.
Tindakan korupsi jelas sangat merugikan Negara, secara tidak langsung rakyat pun turut dirugikan dengan adanya kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat publik, dan ini mestinya disadari betul oleh para penegak hukum, agar dalam pengimplementasian hukum untuk kasus korupsi benar-benar tidak tebang pilih.
Jika kondisi seperti ini masih bertahan, bahkan bila sampai menjadi karakter penegak hukum kita, maka tidak salah bila ada yang memprediksikan kasus korupsi di Indonesia akan terus tumbuh subur.
Hukuman yang tegas sudah tiatur, tinggal ditetakan saja, jangan ada lagi tebang pilih, jangan ada lagi suap menyuap, jangan terjadi jual beli hukum, dan perlakukan para pelaku korupsi dengan sewajarnya seperti para tahanan dari kasus yang lainnya, tidak memberikan fasilitas khusus, perlakuan khusus, para pelaku korupsi sama jahatnya dengan para pelaku pembunuhan, dan layak diperlakukan sesuai dengan tata hukum yang berlaku.
Berikan kritik dan saran untuk perbaikan redaksi. Terimakasih

0 Response to "Korupsi Di Indonesia Tidak Ada Habisnya, Apa yang Salah?"
Post a Comment
Terimakasih sudah berkunjung :)